Seindah
apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa
bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?
( Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade )
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.(Spasi) ( Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade )
Semua
perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah
darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan
menanggung sakitmu.
( Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh )
